Tahu Gejrot-Kudapan Khas Cirebon

 Tahu gejrot merupakan kudapan khas Cirebon. Asal usul penamaan kudapan ini cukup menggelitik.

Nama tahu gejrot berasal dari bumbu cair berupa gula kelapa encer sebagai penyedap yang dialirkan dari botol kaca dengan cara diguncangkan sehingga menimbulkan bunyi jrot jrot jrot.

Karena yang diberi bumbu adalah tahu, maka orang-orang menyebutnya tahu gejrot atau tahu yang digejrot. Hingga kini, nama itulah yang dikenal masyarakat.

 


Keterampilan membuat tahu gejrot yang dimiliki oleh orang Cirebon karena kerja pabrik selama bertahun-tahun menjadikan mereka ahli dan melebihi kemampuan si pemilik pabrik. Akhirnya, para buruh pabrik tersebut memutuskan untuk berhenti kerja dan mencoba usaha tahu gejrot sendiri.

Sejak saat itu, keberadaan tahu gejrot pun dilestarikan dan berkembang hingga kini.

Tahu gejrot merupakan olahan tahu yang dapat dijumpai tidak di daerah asalnya saja, tetapi juga banyak dijajakan di berbagai daerah di Nusantara.

Tahu yang dipakai untuk tahu gejrot adalah tahu Sumedang.

Tahu Sumedang digoreng terlebih dahulu, kemudian dipotong-potong dan diberi bumbu khas tahu gejrot, yaitu bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, gula kelapa, garam, air asam, kecap manis, dan air.

Semua bumbu dihaluskan dan dicampur rata dengan air, lalu dimasukkan dalam botol sebelum dituang ke tahu gejrot.

Pada penyajiannya, setiap pedagang tahu gejrot memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya menyajikan tahu gejrot dengan bumbu cairnya saja. Atau ada juga yang menambahkan bumbu lain, yaitu bawang putih dan cabai rawit yang diiris atau diulek.

Penyajian tahu gejrot tidak menggunakan piring kaca sebagaimana peralatan makan pada umumnya, melainkan dengan piring tanah liat berukuran kecil.

Komentar